Selasa, 14 April 2015

Penempatan Kerja Seluruh Indonesia? So What?? Ikuti kata hatimu, mantaplah pada pilihanmu! #Ketika kita diremehkan meski mimpi kita adalah mimpi yang besar

Mungkin beberapa orang akan berpikir ulang ketika penempatan kerja kita adalah di seluruh Indonesia, apalagi bagi seorang cewek, anak bungsu, kondisi orang tua yang overprotektif, dan tetangga yang anak-anaknya bekerja di lokasi yang dekat, atau teman-teman lain yang prefer kerja di homeland daripada kerja jauh meski gaji besar (yah ada yang bilang begitu). Aku sendiri juga kalau disuruh memilih jadi karyawan biasa gaji kecil di Jogja (tempat tinggalku) atau jadi karyawan biasa gaji gede di luar kota (seluruh Indonesia) ya jelas prefer kerja di Jogja. Loh? Jadi maksut tulisan loe apa?? Bentar dong, maksudku nulis di sini atau poin yang kutekankan di sini adalah dalam mencari kerja ada dua hal utama yang kupikirkan. Apa? Gaji? Lokasi kerja? Bukan! Tapi posisi dan jenjang karir! Yup, dua hal itulah yang utama. Setelah aku melepaskan impianku untuk melanjutkan S2 di luar (bukan luar rumah loh ya), aku mulai mantap untuk menapaki karir baru, dan karir yang ingin kujejaki adalah karir dalam bidang manajerial yang programnya sering disebut Management Traine atau Management Development Program atau Officer Development Program (kalau di bank). Dan setelah kurang lebih 3 bulan masa-masa penuh tes seleksi (masa nganggurku yang bulan2 sebelumnya gak usah disebutinlah ya, masih selow soalnya haha), akhirnya aku nyantol dalam salah satu program Management Trainee di salah satu perusahaan retail (detailnya perusahaan apa tunggu di post selanjutnya :D). Jadi apakah aku senang dan mantap meski penempatannya seluruh Indonesia? Iya dong!! Tapi bagaimana dengan orang-orang di sekitarmu? That’s the main problem! Orang tuaku terutama ibuku, bisa dibilang rela rela nggak rela (banyakan nggak relanya, sering nangis nerocos bahkan sebelum aku pergi aja nerocos, giman kalo besok udah pergi beneran coba?). Ibuku pengennya aku kerja di Jogja aja, jadi apapun itu pokoknya di Jogja (haduh please deh, aku kan punya mimpi dan ambisi). Ada pula orang yang berpikir : Ngapain jauh-jauh kerja? Pengen gaji doang? Di Jogja juga kita bisa dapet gaji segitu. Yah mungkin ada yang berpikiran begitu. Ya kalau orientasinya cuma gaji dan lokasi penempatan ya mungkin akan begitu, tapi balik ke poin awal, targetku adalah menapaki karir dalam bidang manajerial, bukan sebagai staff biasa! harus ditekankan loh ya bukan sebagai staff biasa! Karena harus kuakui, aku adalah orang yang ambisius, aku selalu ingin jadi yang terbaik, bahkan diantara teman-temanku sendiri baik ketika SD, SMP, SMA, sampai kuliah. Agak nyombong dikit lah ya, SD aku sering juara 1, SMP selalu juara umum, SMA agak down sih tapi masih 10 besar dan menang di beberapa lomba, kuliah : yah dapet predikat wisudawan terbaik lah ya meski cuma terbaik kedua :p. Karena dari kecil bisa dibilang agak menonjol (anggap saja begitu), jadi mentalku selalu pengen jadi yang terbaik, pengen jadi orang besar, dan punya mimpi yang besar pula. Oleh karena itulah selama kuliah aku punya mimpi lanjut kuliah S2 keluar, atau kalau nggak ya ngejar karir tapi bukan karir biasa. Dan di sinilah aku sekarang, seseorang yang sedang mencoba menapaki karir baru dan amat sangat paham bahwa tekanan dalam dunia management trainee akan sangat besar, kemungkinan di cut di tengah jalan juga sangat besar, tapi inilah keinginanku, inilah targetku, dengan mengandalkan usaha dan doa, semoga karir ke depanku lancar dan selalu diberkati. Amiiin. God Bless J.

Sabtu, 17 Januari 2015

SPECIAL DAY

Today is very special for me, for others it is not but for me absolutely yes. But, think about that, it’s right this is a special day, but there’s nothing special. What do I mean? Hmm it is because there’s nothing special event  for me! Haha. Yeah cause I don’t have someone special hahaha. Single? Yes! But it’s not a big deal, I have my family who always remember my birthday, and also my friend (just some of my friend) who said HBD for me, wish me all the best,  and I think it’s enough. There’s no reason to feel sad, I have to be happy. Why?  Cause happiness comes from yourself. You don’t have money? You don’t have a nice job? You don’t have a boyfriend? You think that you are an unluckiest person in this world? NOO!!! You’re WRONG!!! You have to be grateful, you’re healthy, you still have family, you have your friend next to you. Just need to be grateful everyday, yeah I know there are some people you know or there are some of your friend who have better life than you, they have better luck, they have better job, etc, but if you're jealous with them, then what will you get? You will only feel stress everyday, you will just feel that your life is useless, you will feel sad. Is that what you want? Of course not. So, say thanks to God, thanks for everything you have now. You want to success? Then change your life! Try hard for everything you want, keep praying, keep practicing, keep learning, keep focus. You know? Your effort, someday, will make you success like you want now.

Jumat, 16 Januari 2015

Little Action, Make a Big Contribution, Save Our Earth!

Note: This is late post, I write this about 6 months ago, hope you enjoy it! ^_^
As a citizen of earth we have a big role to save our earth from the destruction of human being. Illegal logging, electricity using, car using, caused global warming that may kill our future generation. No one would happy if their grandchilds live uncomfortably right? Therefore we as young generation who live in earth nowadays should give some contributions that we can do. What are they? There are some actions that we can do for now and in the future and how can we make people doing what we can do.
I am now in my last semester at Regional Development Study Program, Faculty of Geography, Gadjah Mada University, Indonesia. I learn about rural and urban development that also related to how we can create a sustainable development. As a student that study at regional development program, my role now are to study more about how to create sustainable development in the world and to make some action plans related to sustainable development. My action plan is giving information to the others about how to save our earth by doing simple things but can give the big impact to the sustainability of our earth like reduce, reuse, recycle and replant, the other action plan is giving information about  how to create sustainable development through presentation or video.
During my study, I have implemented my action plans about saving our earth to people in my campus and also in my course. In some subject, I made a presentation about how to save the earth by doing simple things like reduce, reuse, recycle and replant, I also made a presentation about how to create a sustainable city during my class in my course. In one of my subject, urban management, I also have implemented some action plans with my college based on my lecturer instruction in one of a sustainable city in my town that called Gadjah Wong Green Town. There, we made a video about education for sustainable development and share it to the other. I’m glad to say that our work that time given 2 reward by the rektor of Gadjah Mada University for the best education for sustainable development video. By doing those kinds of action plans, I hope I can influence people around me to do the same thing in order to save the earth, at least I believe that they will also take some actions in reduce, reuse, recycle or replant.  Maybe for some people my action plans are just nothing, but I think by doing those kind of little actions I belive that it also can give contribution to the earth.
In the future, I will take more action in order to save the earth. I will become a planner who concern about the sustainable development concept that includes sustainable economically, sustainable socially, sustainable politically, and especially sustainable environmentally. Those are needed to create a liveable city/region to work, to live or even to play but still concern about the environment sustainability. I believe that I can give a contribution to save our earth. But we must realize the truth that to create the sustainable development is not easy, we need the contribution of every stakeholder and also every people in the world.  We live in the earth together, so as the citizen of earth not only some part of people who have the responsibility to save the earth. Everyone in the world has the same role, that is to save our future generation life. Therefore, by doing some litle actions I hope I can give the big contribution to save the earth where we live now and where our future generation live tommorow.



POSITIVE THINKING

Hello everybody whoever read my blog, yeah this is the first time I will tell you about something inside my mind, hmm maybe you can say just like a short diary. What is it? Haha you’ll know later. Ooops sorry, I forgot that I have type it (the title) before, haha. Why I’m using English? Yeah just try to practice what I learnt of course.  Okay, back to the topic : Positive thinking? I’m sure you know about that. Yeah, maybe I’m not “Mario Teguh” who will persuade you and give you strength with my words,  like I say I will just share what I thought in my mind. Just so you know, I’m now is not in a good situation. I just graduated from college and now still trying to get a job, yeah still don’t get it yet but of course trying hard to get it and I believe God will help me and I will get it later *whatever. What make me feel like a loser is because one by one my friend (in my college) get their job, some of them become civil servant, and some of them get their job. It is quite enough to make me shiver, cause in my deep heart (halah) I want to make my parent proud of me, proud of my job, but the reality show me that it was not as easy as you thought before. But, give me a moment, hmm I think I will correct the sentence “I’m not in a good situation”. Why? Because it related to the title of this article “Positive Thinking”, if I think of it positively it is not a good sentence. So, the good sentence maybe “I’m now is on my way to get  my dream”, sounds good right? Yup, it is one of the way to make us think about our life positively. Why is it so important? Because our life is to valuable to spent  hopelessly. I know there is many people who often fail to get what they want, just like me now or maybe they fail in an exam, contest, etc. I know that feeling, I know that our way is not easy. So I just want to say “C’mon, Don’t give up!!!!, Cheer up!!!!, Just keep focus!!!! Don’t lose your hope!!!!”. Keep those words in your mind, don’t think that your failure is the end. To think it positively, just say that your failure is one of the way to get your real dream. Until now I’m trying it, and the result is I don’t feel sad of my life, I’m living happily. What I think now is how to make me become more valuable person. I will not spend my time uselessly, I will learn more, learn everything, keep running. I have to confident, Why? I have a good GPA, I learn many things in some organizations I joined, I have some skills that others didn’t have, so I have to believed in myself that I have the ability to do something big, and I am suitable enough to get my dream job. By the way, what is my dream job? Hmm maybe later I will tell you. So, for someone who has the same situation, I will give you a courage from this post, hope that you will think positively like me, and later you will get what you want. “Don’t worry, be happy, God will always beside you! ^_^

Sabtu, 10 Mei 2014

IBU, INSPIRASI HIDUPKU, SUMBER KEKUATANKU


Setiap kau menangis ibu
Aku juga menangis
Setiap luka yang kau alami
Aku juga ikut terluka
Beban yang kau tanggung
Aku tahu seberapa besar itu
Namun kau mampu bertahan
Kau sangat kuat, bijaksana dan pengampun
Beberapa kali kau disakiti
Kau berikan maaf
Yang bahkan aku pun tak sanggup memberinya
Setiap malam kau lepaskan semua bebanmu
Aku hanya mampu mendengar
Menahan tangisku, berusaha ku tegar di hadapanmu
Ketika ku sendiri, ketika tak ada yang tahu
Aku mulai menangis
Dan hanya mampu mengadu pada Tuhan
Aku memang tak sekuat ibu
Aku memang tak sepemaaf ibu
Tapi dari ibu aku belajar
Agar kelak di kehidupanku mendatang
Aku bisa sepertimu ibu

Ibu, kau inspirasi hidupku, sumber kekuatanku

Kamis, 27 Maret 2014

I wrote this essay to join Goipeace essay competition last year,unfortunately I didn't success but I still want to share it to you :)

SPEECH LEVEL OF SPEAKING IN DETERMINING OUR RESPECT TO OTHERS

     I am an Indonesian and was born in Daerah Istimewa Yogyakarta Province (we always say it as Yogyakarta),  21 years ago. I live in a town that still keep its original culture. As you know, Indonesia is a country that has many kinds of cultures because there are  many ethnic groups in Indonesia and each of them has its own culture.  My ethnic group is Javanesse (because I live in Java Island).

      One of the culture of my hometown I’m very proud of is the level of language that in Java called Unggah-Ungguh Basa Jawa (Javanese speech level).  In Java, especially in Yogyakarta generally there are 2 levels of language in speaking with others. The first level called Basa Krama (Krama Speech), it is a speech for making a conversation with others who older than us, such as our parents, our grandmother/grandfather, our teacher, etc. It can be divided into two, basa krama alus (the highest speech level in Java) and basa krama lugu (The second highest speech in Java). The second level of speech in Java called Basa Ngoko (Ngoko Speech). It is a language/speech for making a conversation with our  friends or person who younger than us. It also can be divided into two, those are Ngoko Alus ( A non formal speech but not the lower level) and Ngoko Lugu ( A non formal speech and the lowest level of speech in Java).

    Usually people from other region (out of Java) don’t have a level of speech, they only have one language/speech to others, wether it is for older people or for younger people. Maybe it doesn’t give any problem to them because it is the way they talk in their daily life. But if they live in Java it can be a big problem, for example if young people talking with older people using Ngoko Speech (the lowest level of speech in Java), the older people may become angry with them because it means that the young people don’t respect him. Yeah, maybe other people (especially out of Java) think that our way of speak is too complicated but I’m very proud of it.

     Why can this culture make a better future for us? Because this kind of culture give us a lesson that our way of speech is determining our respect to others. One of the way to communicate with others is through the language/way of speech. The good way in talking to others show them that we want to make a good relation with them. Everyone want to be appreciated or at least to be well treated by others. Remember that we have to be careful in talking to others, because usually if we don’t keep our words carefully, sometimes it can hurts the other’s feeling without our knowing. So our way in speaking especially in the community has to be limited with some criterion as we usually call it a tradition. The community with strong character will only be realized if the individuals in the community has a good  tradition, good tempered and well behaviour. In this context the Java Language is one of a tool to bulid a good character and moral education for people especially the young people. Java language will be one of the rides in growing our national identity and character. Javanese speech level is an example of culture to show our respect to others in order to build a good relation between people in all place of the world and create a better future for all.

Selasa, 25 Maret 2014

About Multiculturalism in The World (Just in my Opinion)



There are various types of cultures in the world with many different human races. Every country absolutely has its own culture that different one another. That different types of culture often cause a misunderstanding when people from one country meet people from other country. As we know today, in this world there are some conflicts between two country or more that happen because of some differences in their culture, ethnic, or religion. So as a young generation who cares about the future, I have a desire to make a peaceful world. There’s no war and there’s no conflic among all of the country in this world. The reason why I have the vision to reconcile the world is because I also have the same problem in my country. I live in Indonesia, a country that has many different cultures, ethnic groups and religions. Sometimes there are conflicts between people with different culture, ethnic or religion. Although we live in the same country, but the difference of culture/ethnic/religion often causes the conflict. To be honest, I very don’t like conflict . I strongly support the motto of my country that say “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua” (in english : although we are different but we are all still one). So what we can do as a young generation is to learn about multiculturalism in the world, so that we understand their thought about what people think is right or what people think is wrong. After that I think young generation can respect the culture of another country, and in the end we can prevent the conflicts that are usually caused by the difference culture, ethnic or religion. I hope it is not only a dream but it will come true.
Ini essay yang kutulis untuk mengikuti kompetisi "Menjadi Indonesia" 2013, nggak lolos sih tapi tetep semangat menulis :)

PERKOKOH BENTENG BHINNEKA TUNGGAL IKA DENGAN MEMBANGUN KEMBALI KARAKTER PANCASILA



Ringkasan
Indonesia merupakan negara yang memiliki segudang perbedaan maupun keberagaman mulai dari keberagaman suku, budaya, agama, maupun ras. Akhir-akhir ini, masalah perbedaan atau pluralitas menjadi isu utama yang perlu diselesaikan. Konflik yang dilandasi perbedaan muncul dimana-mana dan terjadi secara berlarut-larut. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dengan semboyan khas yaitu Bhinneka Tunggal Ika, konflik-konflik yang ada tak pantas dibiarkan. Oleh karena itu, kita perlu mengeluarkan senjata utama kita sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yaitu Pancasila. Salah satu cara untuk memupuk jiwa nasionalisme adalah dengan menumbuhkan kembali jiwa dan karakter Pancasila di seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.


ISI
Indonesia ialah sebuah negeri dengan sejuta keberagaman, baik keberagaman suku, budaya, agama, maupun ras. Semua dipadu dengan balutan keindahan alam yang luar biasa terbentang dari Sabang sampai Merauke. Bahkan kekayaan alam yang sangat besar terkandung dan tersimpan erat di perut bumi negeri ini, mulai dari kekayaan laut sampai kekayaan bahan tambang layaknya emas, timah, dan gas alam. Lalu apa yang kurang dari negeri ini sehingga kemakmuran tidak jua datang menghampiri? Sementara logika berkata, dengan berjuta kekayaan yang dimiliki seharusnya Indonesia mampu menjadi macan yang menguasai dunia. Dibalik semua kelimpahan yang ada tersebut, hanya ada satu hal yang selama ini menjadi kerikil sandungan bangsa ini untuk maju yaitu krisis nasionalisme.
Konflik antar agama, antar suku maupun antar golongan sudah merupakan bumbu sehari-hari yang tak terelakkan di negeri kita tercinta Indonesia. Masih segar ingatan kita mengenai konflik antar suku yang terjadi di Sampit, di Lampung Selatan atau juga di Maluku. Ada pula konflik yang bersangkutan dengan agama seperti yang pernah terjadi di Ambon dan di Poso, dan lain sebagainya. Memang benar bahwa Indonesia adalah negara dengan sejuta keberagaman. Namun keberagaman tersebut seringkali bukan dijadikan sebagai kekuatan akan tetapi malahan digunakan sebagai pemicu adanya konflik antar berbagai golongan. Mungkinkah rasa persatuan di negeri kita sudah tergerus oleh jaman? Dimana semangat Bhinneka Tunggal Ika yang dahulu menjadi semboyan pemersatu Bangsa?


Memaknai Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Kita semua tahu bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika pertama kali dilontarkan pada masa kerajaan Majapahit di abad ke 14. Semboyan tersebut dikenalkan pertama kali oleh Mpu Tantular dalam kitab karangannya yang sering disebut Kakawin Sutasoma. Bhinneka Tunggal Ika merupakan kalimat yang berasal dari bahasa jawa kuno, dan secara umum kalimat itu memiliki arti “ Berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Ya, semboyan tersebut memang khusus dirancang bagi bangsa Indonesia yang terdiri dari beraneka ragam suku dan budaya. Lihat saja belasan ribu pulau kita yang membentang dari Sabang sampai Merauke yang dihuni oleh lebih dari 200 juta jiwa yang terdiri dari 300 macam etnis, serta adat istiadat, budaya dan keyakinan yang berbeda-beda. Melalui semboyan itu, kita bangsa Indonesia diajak memahami, mendalami dan meresapi secara lebih jauh bahwa negara Indonesia ini memang bukan negara yang homogen melainkan negara heterogen. Oleh karena itu kita semua sebagai bangsa Indonesia harus memiliki jiwa nasionlisme yang tinggi untuk dapat mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Pancasila Sebagai Landasan Sah Pluralitas Bangsa Indonesia
Dalam upacara bendera di sekolah-sekolan pasti kita akan mengucapkan dengan tegas kalimat-kalimat berikut:
“Pancasila...”
“Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa.” ,“Dua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.”, “Tiga, Persatuan Indonesia.” “Empat, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.” “Lima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”
Tak ada yang menyangkal bahwa kelima sila Pancasila tersebut harus kita hafalkan sejak kita mulai masuk sekolah dasar. Sila-sila dalam Pancasila merupakan untaian kalimat-kalimat yang padu, terintegrasi dan menyeluruh yang dikonstruksi untuk tujuan mempersatukan keberagaman bangsa Indonesia. Perlu diingat bahwa rangkaian sila-sila dalam Pancasila yang sering kita lafalkan tersebut telah disusun dan difikirkan secara matang oleh para pendiri bangsa Indonesia. Untaian kalimat-kalimat tersebut telah melewati sebuah perjalanan yang panjang, bahkan para pendiri bangsa ini harus melewati sebuah perdebatan panjang yang cukup sengit sebelum resmi dijadikan landasan falsafah NKRI. Namun akhirnya di tengah segala macam persoalan yang terjadi, muncullah sebuah “jalan tengah” yang mampu menjembatani dan mewakili seluruh kepentingan penduduk Indonesia. Jalan tengah tersebut adalah kelima sila Pancasila yang telah resmi ditetapkan sebagai landasan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan selama ini kita mengenal Pancasila juga menjadi sumber dari segala sumber hukum, yang artinya semua hukum yang ada di Indonesia harus bersumber dari Pancasila.
Mengapa Pancasila sangat penting kaitannya dengan pluralitas bangsa Indonesia? Sudah tentu karena sila-sila yang terkandung di dalamnya merupakan wujud dari persatuan bangsa atas keberagaman yang ada. Mulai dari sila pertama yang menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara beragama, kemudian sila kedua yang menunjukkan bahwa Indonesia sangat menjunjung nilai-nilai kemanusian dan menjunjung hak serta kewajiban setiap manusia tanpa adanya diskriminasi. Selanjutnya sila ketiga yang menunjukkan persatuan di tengah segala perbedaan dan keberagaman yang ada, sila keempat yang menunjukkan bahwa dalam menentukan keputusan kita semua mengedepankan musyawarah, dan terakhir sila kelima yang mengutamakan suatu keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dari uraian tersebut dapat kita lihat bahwa Pancasila memang benar-benar merupakan sebuah senjata yang sangat tepat diluncurkan demi menjaga teguh persatuan dan kesatuan bangsa dalam menjembatani segala jenis keberagaman yang tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Akar Masalah Berkurangnya Rasa Persatuan dan Kesatuan di Tanah Ibu Pertiwi
Sebenarnya apakah penyebab terjadinya berbagai konflik antar etnis, antar agama ataupun antar kelompok/organisasi masyarakat di Indonesia? Bila kita analisis secara lebih mendalam maka jawaban yang akan kita temukan adalah mulai rusaknya jiwa/karakter nasionalisme penduduk Indonesia. Pertanyaan yang selanjutnya muncul adalah : Bagaimana hal tersebut dapat  terjadi? Cobalah lihat di sekelilingmu! Ya, tak dapat dipungkiri bahwa di sana-sini selalu saja timbul keributan. Orang-orang di sekeliling kita terkesan sangat mudah emosi, sedikit merasa tertindas maka mereka akan mulai menyerang. Hal ini dimulai dari adanya rasa perbedaan yang muncul karena mereka merasa berbeda latar belakang, contoh kecilnya adalah tawuran antar sekolah. Siswa di sekolah A misalnya merasa berbeda dari siswa di sekolah B, dan ditambah lagi secara turun-temurun kakak kelas di sekolah A selalu mengajarkan bahwa siswa di sekolah B adalah musuhnya, begitu pula sebaliknya. Jadi dapat dikatakan bahwa karakter mereka dari awal dibentuk untuk memusuhi siswa dari sekolah lain yang dirasa sebagai musuhnya. Dari situ maka pikiran dan perasaan mereka akan berubah menjadi lebih sensitif. Semisal salah seorang siswa di sekolah A sedikit menyinggung perasaan siswa di sekolah B, maka keributan kecil akan muncul dan ujung-ujungnya mereka akan terlibat tawuran.
Permasalahan di atas hanya sebagian kecil contoh yang sering terjadi di masyarakat yang mungkin bisa terjadi antar kelompok, etnis maupun kepercayaan atau agama tertentu. Dalam kondisi tersebut mereka selalu merasa terancam atas keberadaan satu sama lain, sehingga menimbulkan perasaan tidak nyaman dan sangat sensitif meski hanya oleh perkataan atau hanya sekedar guyonan belaka. Hal tersebut dapat terjadi karena pemikiran kita sejak awal sudah diajar untuk menjadi lawan, bukan sebagai kawan satu sama lain. Secara tidak sadar sebagian besar dari kita juga pasti mengalami hal tersebut, kita sering menghadapi situasi dimana orang tua kita mengajarkan suatu hal mengenai budaya atau keyakinan kita yang kita anggap benar lalu budaya atau keyakinan lain kita anggap salah dan orang dengan latar belakang budaya atau keyakinan yang berbeda tersebut kita anggap sebagai musuh kita.
Sebagai Bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila, tentu hal tersebut tidak boleh kita biarkan begitu saja. Jiwa dan rasa nasionalisme kita tidak boleh luntur hanya oleh karena kebiasaan dan budaya yang telah turun-temurun. Sebaliknya rasa nasionalisme perlu kita pupuk sedari dini, dan semangat pancasila harus kita tanamkan pada seluruh jiwa-jiwa yang ada di seluruh lapisan masyarakat di atas bumi Indonesia tanpa terkecuali.

Menanamkan Pendidikan Pancasila di Seluruh Lapisan Masyarakat
Pendidikan Pancasila akhir-akhir ini sudah mulai dilupakan. Dahulu, pendidikan di SD, SMP maupun SMA masih mengajarkan mata pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) yang sekarang telah berganti menjadi hanya PKn (Pendididikan Kewarganegaraan). Pertanyaannya: Mengapa pelajaran Pendidikan Pancasila harus dihapuskan? Padahal dengan Pancasila itu anak-anak akan menjadi paham mengenai dasar-dasar falsafah negara Indonesia yang memang bersatu dari berbagai suku, agama, ras maupun golongan. Dengan dihapuskannya Pendidikan Paancasila, maka dari mana anak-anak memahami arti pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa di Indonesia? Apakah mereka hanya disuruh menghafalkan sila-sila Pancasila tanpa tahu arti mendalam mengenai sila-sila tersebut dan hanya mereka ucapkan pada saat upacara bendera setiap seminggu sekali? Apakah itu cukup? Jawabannya tentu tidak.
Cara terbaik untuk mengembalikan pembentukan moral bangsa adalah dengan kembali mengajarkan Pendidikan Pancasila pada siswa-siswa sekolah. Bahkan bila perlu pendidikan Pancasila berjalan sendiri-sendiri dan berbeda dengan pendidikan Kewarganegaraan. Jadi sudah seharusnya sekolah-sekolah tidak hanya mementingkan pelajaran-pelajaran tentang ilmu pasti seperti matematika, ilmu pengetahuan alam serta ilmu pengetahuan sosial. Sebaliknya Pendidikan Pancasila harus terus dimasukkan dalam mata pelajaran sehingga karakter Pancasila anak terbentuk sedari dini.
Lalu bagaimana dengan orang-orang atau kelompok-kelompok tertentu yang sering memicu terjadinya konflik? Sebenarnya sumber dari segala sumber konflik terletak pada seseorang atau sekelompok orang yang mudah terbakar hanya oleh perkataan, perbuatan maupun tingkah laku dari kelompok lain. Orang-orang atau kelompok semacam ini seringkali memiliki kondisi emosional yang tidak stabil, sedikit disenggol mengenai kelompoknya maka nyawa taruhannya. Lalu apa pelajaran yang pantas bagi kelompok-kelompok pemicu konflik ini? Tentu saja kelompok-kelompok tersebut tak dapat dengan mudah dijamah karena jiwa nasionalisme mereka sudah luntur atau bahkan tak pernah sama saekali memiliki jiwa nasionalisme. Untuk orang-orang semacam ini  satu-satunya cara yang mungkin ditempuh adalah dengan memasukkan mereka ke dalan bui. Dan disinilah mereka perlu belajar sedikit demi sedikit mengenai bagaiman cara menghargai perbedaan dan juga arti pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI.
Kemudian bagaimana pula dengan mahasiswa yang notabene sudah tidak diajar pendidikan Pancasila lagi? Serta masyarakat pada umumnya yang barang tentu jarang dijamah pelajaran Pancasila? Tentu tak mudah memberikan mereka pelajaran mengenai Pancasila di tengah gemelut dunia modern yang memabukkan seperti sekarang ini. Namun, negara seharusnya tak hilang akal. Sekarang ini media informasi dan komunikasi sudah berkembang sangat pesat. Jejaring sosial seperti facebook dan twitter dapat dimanfaatkan untuk mendekati pemuda-pemudi. Sedangkan untuk masyarakat pada umumnya media televisi sangat dimungkinkan menjadi perantara yang paling relevan untuk menyampaikan semangat Pancasila dan persatuan negara. Perlu diperhatikan bahwa di negara Pancasila ini butuh adanya sosok tokoh-tokoh nasionalis yang bergerak netral, tidak memihak kelompok, golongan, suku maupun agama tertentu. Sehingga dalam media-media sosial, bukan hanya tokoh-tokoh agama yang berdakwah melainkan perlu pula adanya tokoh nasionalis yang selalu mengobarkan dakwah Pancasila. Sehingga semua lapisan masyarakat sadar bahwa kita semua berdiri di tanah yang sama, di bawah langit yang sama, dan terpenting kita mengakui dan percaya serta menyembah Tuhan Yang Maha Esa seperti yang tercantum dalam sila pertama Pancasila.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Makalah Konflik di Indonesia. ( diakses pada hari Jumat, 9 Agustus 2013pukul 13.03 dari http://kumpulanmakalah-kedokteran-psikologi.blogspot.com/2013/06/makalah-konflik-di-indonesia.html 

Mahfud,M. Pancasila sebagai Tonggak Konvergensi Pluralitas Bangsa.Makalah yang
disampaikan oleh Mahkamah Konstitusi tahun 2011 di Kampus UGM, Yogyakarta.
Sumasni, Nunik., dan Sutjaksono, Tangguh.. 2013. Bhinneka tunggal Ika (diakses pada hari

Jumat, 9 Agustus 2013 pukul 12.02 dari http://dianrana-katulistiwa.com/bti.pdf )

Rabu, 22 Mei 2013

Just share my knowledge :)

PENYUSUNAN PETA RISIKO BENCANA TSUNAMI DI SEBAGIAN KABUPATEN BANTUL

Risiko bencana merupakan fungsi dari kerawanan (hazard) dan kerentanan (vulnerability) serta elemen yang berisiko (element at risk) maka dari itu penyusunan peta risiko dapat dilakukan dengan menggabungkan data/peta bahaya, data/peta kerentanan serta data elemen yang berisiko yang ada di suatu daerah. 
Terdapat beberapa data yang digunakan untuk pembuatan/penyususnan peta risiko bencana tsunami di kabupaten Bantul diantaranya citra Quickbird, citra SRTM, data sekunder, data lapangan, peta RBI dan data BPS Kependudukan Kabupaten Bantul. Masing-masing data tersebut digunakan untuk membangun data yang diperlukan dalam pembuatan peta risiko bencana, contohnya Citra Quickbird dibutuhkan untuk menginterpretasi penggunaan lahan yang ada di kabupaten Bantul, Citra SRTM diperlukan untuk membangun data DEM sehingga dapat diketahui tingkat elevasi lereng di daerah pesisir kabupaten Bantul, Peta RBI digunakan untuk membuat data jaringan jalan dan data pola aliran, dan data BPS digunakan untuk melakukan pengkelasan data penduduk berdasarkan jenis kelamin.
Peta risiko merupakan hasil penggabungan (overlay) antara data/peta bahaya dan peta kerentanan. Peta bahaya dapat disusun dari hasil olahan data interpretasi penggunaan lahan, data DEM, data sekunder dan data lapangan tentang kondisi geografis daerah terkait beserta data pola aliran dan jaringan jalan yang kemudian digabung dan diolah menggunakan metode Neighbourhood Operation dalam Software ILWIS sehingga dihasilkan pemodelan daerah tergenang tsunami pada ketinggian 10, 20, dan 40 meter dan akhirnya menghasilkan peta prediksi kerawanan bencana tsunami. Sedangkan peta tingkat kerentanan bencana tsunami dihasilkan dari data hasil pengkelasan jumlah penduduk dari data kependudukan Kabupaten Bantul tahun 2010.
Peta hasil prediksi kerawanan terhadap bencana tsunami di sebagian Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa daerah-daerah yang mempunyai tingkat bahaya tsunami paling tinggi adalah Kecamatan Kretek dan Sanden. Daerah-daerah dengan tingkat bahaya atau kerawanan terhadap bencana tsunami sedang adalah kecamatan Pundong, Bambanglipuro, Srandakan, dan Pandak. Sedangkan kecamatan dengan tingkat bahaya atau kerawanan terhadap bencana tsunami paling rendah di Kabupaten Bantul adalah Kecamatan Jetis dan Imogiri
Sedangkan berdasarkan peta kerentanan dari hasil olahan data elemen yang berisiko berupa persentase penduduk laki-laki dan perempuan, daerah yang memiliki tingkat kerentanan terhadap bahaya tsunami dengan sangat tinggi adalah Kecamatan Kretek. Daerah dengan tingkat kerentanan tinggi adalah Kecamatan Pandak, Sanden dan Pundong. Daerah dengan tingkat kerentanan sedang adalah Kecamatan Sedayu, Bantul,Jetis, Imogiri, Dlingo, Bambanglipuro,Pajangan dan Srandakan. Daerah dengan tingkat kerentanan rendah adalah Kecamatan Pleret, Kasihan dan Piyungan, dan daerah yang memiliki tingkat kerentanan sangat rendah adalah Kecamatan Sewon dan Banguntapan.

Data hasil overlay antara peta bahaya dengan peta kerentanan terhadap bahaya tsunami di Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa daerah yang memiliki risiko bencana tsunami paling tinggi adalah Kecamatan Kretek, daerah yang memiliki risiko bencana tsunami dengan kategori sedang adalah Kecamatan Pundong dan sebagian Kecamatan Sanden, sedangkan daerah dengan kategori risiko bencana tsunami rendah di Kabupaten Bantul adalah Kecamatan Pandak, Bambanglipuro, Jetis dan Imogiri. Pada praktikum kali ini data yang kami gunakan belum terlalu lengkap contohnya data bahaya bencana tsunami yang kami peroleh hanya mencakup sebagian Kabupaten Bantul, maka ketika dioverlay dengan hasil peta tingkat kerentanan data mengenai daerah cakupan juga hanya terbatas di sebagian Kabupaten Bantul. Pembuatan peta risiko bencana tsunami di sebagian Kabupaten Bantul ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alat mitigasi atau pengurangan dampak bencana tsunami yang sewaktu-waktu dapat mengancam daerah pesisir Bantul dan sekitarnya.
Just want to share my knowledge :p

PENYUSUNAN PETA KERENTANAN TERHADAP BENCANA TSUNAMI DI KABUPATEN BANTUL

           Kerentanan adalah sifat intrinsik dari element at risk yang  menentukan tingkat kerusakan jika terkena suatu peristiwa bahaya. Terdapat macam-macam elemen di kabupaten Bantul yang memiliki risiko terhadap ancaman bencana tsunami. Elemen-elemen dapat dipetakan yang berupa diantaranya adalah bangunan, sekolah,rumah sakit, puskesmas, kantor polisi, jalan, jaringan listrik (PLN), kepadatan penduduk, makam, lahan pertanian, perikanan, hutan mangrove, dan hutan pinus . Sedangkan elemen-elemen yang tidak dapat dipetakan adalah jaringan air minum (PAM). Elemen-elemen tersebut kemungkinan besar dapat terkena efek dari bencana tsunami misalnya banyak korban jiwa berjatuhan, bangunan yang rusak/roboh, jalan yang tertimbun material lumpur, jaringan listrik terputus atau pertanian yang mengalami gagal panen. Dalam penyusunan peta kerentanan, elemen-elemen yang berisiko (element at risk) ini sangat diperlukan dan penting untuk mengetahui tingkat kerentanan bahaya di daerah yang dikaji.

              
           Data-data yang dibutuhkan untuk pembuatan peta tingkat kerentanan bencana tsunami adalah Peta RBI Skala 1 : 25.000 Cakupan Kabupaten Bantul dan data BPS Kependudukan Kabupaten Bantul Tahun 2010. Pada penyusunan peta kerentanan ini  fokus kajian adalah pada salah satu element at risk yaitu jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan). Peta RBI diperlukan untuk mendelineasi area admisnistrasi daerah di Kabupaten Bantul, sedangkan data BPS digunakan untuk melakukan pengkelasan penduduk berdasarkan jenis kelamin sebagai elemen yang berisiko (elemen at risk) sehingga setelah dioverlay keduanya akan menghasilkan peta tingkat kerentanan bencana tsunami di Kabupaten Bantul.

          Berdasarkan peta kerentanan dari hasil olahan data elemen yang berisiko berupa persentase penduduk laki-laki dan perempuan, daerah yang memiliki tingkat kerentanan terhadap bahaya tsunami dengan sangat tinggi adalah Kecamatan Kretek. Daerah dengan tingkat kerentanan tinggi adalah Kecamatan Pandak, Sanden dan Pundong. Daerah dengan tingkat kerentanan sedang adalah Kecamatan Sedayu, Bantul,Jetis, Imogiri, Dlingo, Bambanglipuro,Pajangan dan Srandakan. Daerah dengan tingkat kerentanan rendah adalah Kecamatan Pleret, Kasihan dan Piyungan, dan daerah yang memiliki tingkat kerentanan sangat rendah adalah Kecamatan Sewon dan Banguntapan. Pembuatan peta kerentanan bencana tsunami di sebagian Kabupaten Bantul merupakan salah satu alat yang digunakan dalam upaya mitigasi bencana atau mengurangi dampak bencana tsunami yang sewaktu-waktu mungkin terjadi di sepanjang pesisir kabupaten Bantul.

Referensi :
Anonim. 2013.Pengertian Bencana Bahaya Risiko dan Kerentanan (diakses pada hari Selasa,     
Anonim. 2013.Kerentanan (diakses pada hari Kamis,16 Mei 2013 pukul 08.12 dari 
                   Wibowo, Totok Wahyu dan Widartono, Barandi Sapta.2013. Modul Praktikum Pemetaan
                  Kebencanaan. Yogyakarta: Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Jumat, 03 Mei 2013

Essay dalam rangka mengikuti kompetiblog 2013

GO GREEN BY “GOWES”

Lets Gowes! (Ayo bersepeda!) Yaps kalimat tersebut cocok sekali dterapkan di Belanda. Mengapa? Karena sepeda merupakan alat transportasi sehari-hari yang  populer di Belanda. Pengguna sepeda mudah dijumpai di hampir seluruh area di negara Belanda. Tak heran bila Belanda merupakan negara dengan pengguna sepeda terbanyak di dunia karena sebesar 27% perjalanan di Belanda dilakukan dengan sepeda. Luar biasa bukan?

Di Belanda, sepeda umum digunakan oleh seluruh kalangan mulai dari anak-anak sampai orang tua untuk beraktivitas sehari-hari. Memang ada sebagian warga yang memiliki mobil pribadi namun jumlahnya tidak banyak (sekitar 400 dari 1000 orang). Hal ini disebabkan oleh sulitnya akses bagi para pengguna mobil, seperti dikutip dalam artikel Cycling in Netherlands : “Towns have been designed with limited access by cars and limited (decreasing over time) car parking.” Oleh karena itulah, sepeda merupakan alat transportasi utama yang wajib dimiliki oleh setiap warga negara Belanda.

Penggunaan sepeda sebagai alat transportasi utama membuktikan bahwa negara Belanda sangat peduli terhadap lingkungan. Asal tahu saja, Belanda masuk peringkat 2 dunia sebagai negara yang paling banyak mengeluarkan perjanjian perlindungan terhadap lingkungan. Nampaknya hal itulah yang menjadi dasar bagi warga Belanda untuk selalu menggunakan sepeda atau istilahnya “gowes” yaitu karena sepeda yang tidak menimbulkan polusi tentunya.
Demi tetap menjaga keamanan dan kenyamanan dalam bersepeda, berbagai fasilitas transportasi sepeda disediakan di semua area dan sudut-sudut kota di Belanda. Fasilitas-fasilitas tersebut diantaranya pembuatan jalur khusus sepeda, area parkir yang sangat luas, serta berbagai informasi jalur sepeda yang terpasang di perempatan jalan. Peta Jalur-jalur sepeda juga dapat ditemukan dengan mudah melalui internet dan adapula fasilitas GPS tracking for bicycle yang akan sangat berguna bagi para pengguna yang kurang tahu banyak mengenai jalur-jalur sepeda di Belanda.


Luar biasanya lagi, berbagai inovasi sepeda dan fasilitas pendukungnya telah diciptakan di negeri Belanda demi mendukung gerakan ramah lingkungan. Contoh kreasi inovatif  tersebut adalah pembuatan Vrachtfiets (sepeda kargo) dan fasilitas rubish bin. Vrachtfiets diciptakan oleh Onno Sminia dan Louise-Pierre Geerinckx  pada tahun 2010 dan merupakan sepeda yang mampu menampung muatan dalam jumlah besar sehingga dapat mengurangi emisi gas buang yang biasa digunakan oleh truk-truk pengangkut barang. Satu lagi kreativitas yang tak kalah penting yang telah diciptakan di Belanda adalah rubish bin for bike (tong sampah untuk pengguna sepeda). Fasilitas ini diperuntukkan bagi para pengguna sepeda agar lebih mudah membuang sampah tanpa turun dari sepeda. Idenya tercetus dari semangat “waste and recycling” yang dipegang teguh oleh warga Belanda. “This one of those small things that makes a difference for cyclist” yang artinya ini adalah salah satu hal kecil yang mampu membuat perubahan pada para pengendara sepeda.

Dalam situs Top 10 Hell  terdapat kutipan yang berbunyi “Holland and Bicycle go together like bread and jam.”  Yah Belanda itu diibaratkan seperti roti dengan selainya. Maka pantas apabila Belanda dinobatkan sebagai “Country of Cyclist” atau negerinya pengguna sepeda. Selain itu, karena sepeda merupakan alat transportasi yang ramah lingkungan, maka sangat layak apabila kita sebut Belanda sebagai “Pioneer gerakan ramah lingkungan di dunia”. Keep Go Green by “Gowes” Dutch! J

Referensi :


Essay dalam rangka mengikuti kompetiblog 2013

PENGUSAHA MUDA BELANDA INSPIRASI DUNIA

Tahukah kamu bahwa Belanda punya banyak darah muda yang mendunia dengan kemampuannya terutama di bidang teknologi informasi? Berbicara tentang Belanda memang tak akan ada habisnya. Belanda selalu mempunyai berbagai hal yang menginspirasi termasuk beberapa pengusaha mudanya yang meraih kesuksesan di usia belia. Siapa sajakah mereka?
Seorang pengusaha yang terkenal akan keahliannya di bidang teknologi informasi (TI) dari Amsterdam. Coba tebak siapa namanya? Yups tak salah lagi namanya adalah Danny Mekic. Danny lahir pada tanggal 12 Januari 1987 dan saat ini berusia 26 tahun. Usianya baru menginjak 15 tahun ketika ia telah berhasil mendirikan perusahaannya sendiri yang bernama Domeinbalie yang mengurusi pembuatan domain dan konsultasi domain. Pada tahun 2009, Danny Mekic dinobatkan sebagai pengusaha paling sukses di Belanda oleh majalah Sprout, Tahun 2009 merupakan salah satu dari lima puluh talenta terbesar Belanda oleh majalah Elsevier dan masih banyak lagi penghargaan yang telah ia terima.

Pernah mendengar nama Alexander Klooping? Alexander lahir pada tanggal 21 Januari 1987 (saat ini usianya baru 26 tahun). Alexander adalah seorang pelajar, wartawan internet dan pengusaha internet dan ahli di bidang teknologi mutakhir seperti gadget, web, dan blogger. Di usianya yang ke 16 dia mendirikan perusahaan gadget, kemudian pada saat usianya 18 tahun ia terlibat kampanye pemasaran online untuk partai politik. Ketika usianya 21 tahun, ia bergabung di situs berita Jort Kelder 925.nl. dan salah satu tulisannya disiarkan di televisi nasional. Sekarang ini dia bekerja untuk De Wereld Draait door (TV), nrc.next (koran kualitas Belanda), nu.nl (situs berita Belanda), Vrij Nederland (Belanda pendapat jurnal), TEDxAmsterdam, BKB, Emerce (majalah internet Belanda), dan KRO (perusahaan penyiaran Belanda). Salah satu situsnya yang bernama Alexanderklopping.nl  bernilai $ 2,284 USD dan pendapatan iklan dari siklus tersebut adalah $ 6 USD per hari. Luar biasa bukan?

Satu lagi darah belia Belanda yang menginspirasi adalah Ben Woldring yang lahir pada tanggal 6 Februari 2005 di Groningen dan saat ini masih berusia 28 tahun. Di usia  13 tahun dia sudah mendirikan perusahaan bellen.com. Situs tersebut dapat membandingkan harga untuk layanan telepon seluler yang membuatnya muncul di program TV seperti Kassa dan Jeugdjournaal. Pada tahun 2003 Ben dinobatkan sebagai pengusaha terbaik Eropa di bawah 25 tahun oleh Business Week. Terakhir di tahun 2009 dia memiliki 9 situs perbandingan yang berbeda termasuk bellen.com, internetten.nl, digitelevisie.nl, gaslicht.com dan Lookingforbooking.nl dan inovasi terbarunya adalah mengenai perbandingan pemesanan kamar hotel melalui beberapa jenis layanan yang berbeda.




Iklim usaha di Belanda memang sangat tinggi, baru-baru ini negara Belanda memenangkan penghargaan internasional kompas award dari Global Entrepreneurship Congress tahun 2013 untuk merek paling kreatif dan inovatif di Rio de Janeiro pada tanggal 24 maret 2013 lalu.

Para pengusaha muda Belanda seperti Danny, Alexander dan Ben layak disebut sebagai seorang pioneer wirausaha asal Belanda. Mereka mengispirasi kita bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Seperti yang banyak orang bilang “If there’s a will there’s a way”. Memang tidak salah bila kisah sukses para pengusaha muda Belanda layak kita jadikan inspirasi untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita di kehidupan nyata.


Referensi :